Power Rating Pada Sebuah Speaker

Sebenarnya, istilah lebih tepat dari judul diatas adalah "Thermal Power Rating". Sebuah speaker punya sebuah thermal atau rating panas. Salah satu yang perlu dimatchingkan adalah spesifikasi thermal. Maka sebagai pehobi, cobalah mengerti bahwa 500 Watt untuk speaker dengan merk X bisa saja tidak sama dengan 500 Watt untuk speaker dengan brand Y. Sebelum speaker anda kebakar, tentu ada beberapa waktu sebelum speaker ini betul betul mati tak bersuara. Diawali dengan mencairnya voice coil(VC), mencairnya insulasi dari kabel VC, yang menyebabkan coil mengalami arus pendek. Speaker sama sekali tak perduli, apakah bentuk gelombangnya adalah gelombang sinus sinyal music yang rumit atau gelombang persegi. Ketika sejumlah power melampaui kemampuan speaker, speaker ini akan kebakar.
Jadi, power ra ting seperti apa yangpas buat saya?
Untuk tampilan yang maksimal, ada yang merekomendasikan untuk menggunakan sebuah amplifier yang mampu menyampaikan besaran atau tingkat daya RMS/continuous watt yang sama dengan rating program dari speaker. Maka sebuah speaker yang punya rating 400 Watt continuous/800 Watt program/1600 Watt peak) akan baik baik saja bekerja dengan sebuah CS 4000 (800 Watt di 8 ohm continuous).
Jika kita inginkan penampilan yang maksimal, maka harus menyediakan operasi yang optimal. Kita harus membatasi jumlah energi frekuensi bawah yang tengah dikirimkan ke sistem dengan sebuah filter high pass. Tetapi kita harus yakin bahwa tidak akan membuat klipping mixer atau perangkat pemroses lainnya dari amplifier. Sebaiknya memilih amplifien yang bisa memasok tingkat atau rating continuous dari speaker atau dibawahnya.
Pabrikan dari speaker boleh saja memberikan angka di spesifikasinya yakni 150 Watt, tetapi bisa saja speaker ini dirusak oleh sebuah ampli berkekuatan 100 watt atau 50 watt atau 350 watt per channel. Jika speaker anda 100 watt dan receiver atau amplinya 100 watt perchannel, tidak selalu aman.

0 Response to "Power Rating Pada Sebuah Speaker"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel