Perbandingan Antara Amplifier Tabung Dengan Transistor

Di media-media sosial sering sekali terlihat sebuah pertanyaan mengenai "lebih baik mana antara amplifier tabung atau transidtor?". Yang saya peroleh dari forum diskusi media sosial Facebook dan Kaskus, lebih banyak pengguna audio memilih tabung. Mengapa? Betapapun, tabung punyase jumlah kelebihan  di dalam halkarakternya sebagai perangkat penguat audio.
Pertama, sirkuit yang terkait dengan tabung vacuum, biasanya lebih sederhana ketimbang sirkuit yang memakai transistor.
Kedua, tabung yang terdistorsi menghasilkan suara berbeda dibandingkan distorsi yang dihasilkan sistem elektronik solid state. Distorsi harmonis, yang dihasilkan oleh semua perangkat elektronik, menambahkan frekuensi ke sinyal yang tengah dikuatkan. Contohnya, sebuah pre amplifier melewatkan sebuah sinyal 1 kHz, pre amplifier ini akan meneruskan distorsi pada 2 kHz (harmonilk kedua), 3 kHz (harmonik ketiga) 4 kHz(harmonik keempat) dan seterusnya.

McIntosh C1100 - mcintoshlab.com
Sirkuit tabung biasanya menghasilkan distorsi harmonik tingkatan rendah di komponen, seperti harmonik kedua dan ketiga, beda terbalik dengan distorsi tingkat tinggi (tingkat ketujuh dan kedelapan) yang dikenalkan oleh transistor. Distorsi tingkat rendah ini jauh lebih objektif secara musikalnya ketimbang harmonik di tingkat tingkat diatasnya. Bahkan, sebuah distorsi harmonik kedua yang sangat besar (katakanlah 5 %), itu ebih sulit didengar dibandingkan yang tingkatannya kecil (katakanlah misalnya 0.5%) dari distorsi harmonik ketujuh.

Dari sekian banyak alat yang ada dalam sebuah sistem audio, pre amplifierlah yang agaknya sering memakai tabung ketimbang transistor. Mengapa? Salah satunya adalah karena pre amplifier hanya mengurusi sinyal sinyal berlevel rendah, sehingga tabung dianggap lebih pas dan lebih praktis di pre amplifier. Kecuali bila untuk power amplifier, dimana tabung tabung power amplifier ukurannya besar, dan umumnya mahal. Tabung tabung ini relatif lebih cepat panas dan relatif lebih perlu cepat diganti.

Komponen audio tabung biasanya lebih mahal dibuatnya dan perlu penjagaan lebih ekstra ketimbang transistor. Tetapi perbedaan harga itu akan terasakan jauh lebih kecil bila kita berbicara tentang pemakaian tabung di pre amplifier dibandingkan di power amplifier. Jika anda lebih tertarik mencari tabung berkualitas tertentu, tetapi tidak panas, tidak mahal dan perawatan yang baik, maka pre amplifier tabunglah jawabnya.

Ada satu teori dalam desain audio yang mengatakan bahwa jika sistem dilengkapi tabung, paling baik bila diletakkan sangat berdekatan dengan sumber sinyal, contohnya seperti yang ada di dalam pre
amplifier.

Tabung seringkali diklaim membuat suara jadi manis, hangat dan treble jadi lebih natural. Sedangkan pre amplifier solid state cenderung membuat treble jadi kering, metalik dan berisik. Hasilnya, misalnya string khususnya violin, tampil tidak natural dan menampilkan sibilan vokal yang tinggi. Instrumen seperti simbal, suaranya cenderung menampilkan noise dan kalah nikmat dengan instrumen lain seperti brass. Suaranya bisa saja terkesan punya artefak yang tak nikmat di gendang
telinga. Hal ini bisa dilahirkan oleh banyak komponen seperti perangkat sumber digital, power amplifier, kabel, tweeter dan lain lain. Sebaliknya, tabung lebih bersuara natural dan cenderung punya karakter tertentu.

"Solid State"
Ini adalah komponen dan sirkuit elektronik dimana sinyalnya melalui beberapa bahan semi konduktor seperti transistor dan dioda. Berlainan dengan tabung yang sinyalnya melalui sebuah tabung(vacuum) atau relay relay yang termasuk perangkat elektromekanis Istilah Solid State sendiri sudah banyak muncul di tahun 1970-an karena perangkat solid state tidak saja relative sedikit mahal, tetapi juga dianggap lebih reliable dibandingkan teknologi pendahulunya, yang berbasis tabung. 


"Tabung"
Adalah tabung electron dimana secara virtual semua udara telah dibuang(menciptakan sebuah ruang hampa udara atau vacuum), sehingga memungkinkan electron bisa bergerak dengan leluasa, dengan interaksi yang rendah dengan semua molekul molekul udara yang tersisa. Tabung tabung akhir  memiliki dua elektroda (katoda dan anoda atau plate) yang dikenal dengan dioda Kemudian (di tahun 1907) sebuah grid (atau control grid) pun ditambahkan, menciptakan apa yang dikenal sebagai triode. Grid ini menyediakan control real time dari level level output, dimana sebuah tegangan kecil diaplikasikan dan bisa mengatur gerakan arus dari katoda ke plate, menciptakan amplifier pertama.


Memang tak bisa dipungkiri, pre amplifier tabung pun dalam beberapa pembuatan, puya kelemahan juga. Beberapa pre amplifier tabung bahkan kabarnya dengan sengaja dibuat agar suaranya tampil dengan kolorasi suara tertentu. Mungkin saja bagi sebagian pehobi audio, suara yang bersih dan natural, kurang begitu disukai. Mereka menganggap tak mengapalah kotor kotor sedikit tetapi bisa membuat rekaman tampil dengan dinamika dengar yang lebih Pre amplifier tabung juga dalam beberapa desain rangkaiannya, seringkali malah condong menambah jumlah euphonic coloration dengan signifikan ketimbang menambahkan efek. Distorsi seperti ini bisa saja menawan telinga saat pertama kita mendengar tetapi beberapa saat kemudian, telinga bisa lekas lelah.
Apa yang dipilih, tidak saja tergantung kepada apa yang dicari, tetapi juga bagaimana sirkuitnya. Beberapa sirkuit tertentu lebih bagus bila memakai tabung, sementara lainnya dengan solid state.

Dari penjelasan diatas memang tertangkap kesan bahwa preamp tabung bersuara lebih baik dibandingkan preamp solid state. Tetapi ini belum pasti dan jelas benar, Beberapa pecinta pre amplifier transistor berpendapat, transistor lebih detil sedangkan pecinta tabung beralasan, tabung lebih hangat, intim dan serangkaian alasan seperti Kami tulis di atas, Sebagian pehobi memanfaatkan kelebihan tabung dan juga transistor dalam rupa unit pre amplifier yang model hybrid. Dan mereka yang menyukai hybrid ini beralasan, unitnya bisa bermain bagus di keduanya, Bisa bagus di karakter tabung dan transistor.

Yang jelas, bisa dilihat, apapun yang ada di jalur snyal bisa saja punya efek yang terlihat pada suara dari track yang kita dengar. Apapun itu, baik mikrofon, kabel power supplyl untuk mic mic jenis condenser) noise ruangan, impedansi dari pre amplifier, bahkan katanya kelembaban ruang!

Maka sebelum memutuskan untuk memilih dan membeli sebuah preamp, perlulah diketahui beberapa elemen yang ada di jalur sinyal.
Sirkuit tabung kadang terangkat statusnya karena usia tabung itu sendiri yang sudah sekitar 50 tahun lebih, Usianya lebih tua dibandingkan solid state, Tetapi sebuah pre amplifier solid state yang baik bisa bersuara jauh lebih baik ketimbang sebuah pre amplifier tabung yang didesain kurang baik. Sebaliknya, sebuah pre amplifier tabung yang baik, biasanya bersuara lebih baik ketimbang sebuah pre amplifier solid tate yang didesain kurang baik.

Yang lebih pasti adalah, kedua tipe eknologi ini, ketika didesain secara baik isa menampilkan distorsi yang rendah di keseluruhan bidang amplituda normalnya perbedaan di suara keduanya menjadi jelas ketika sirkuitnya keluar dari headroom. Sistem solid state cenderung ekstrim lipping). Ini sebenarnya hal yang baik arena ketika beroperasi hingga ke level maksimumnya (biasanya di sebuah level yang lebih tinggi dibandingkan sirkuit tabung), pre amplifier solid state bisa mempertankan tampilan yang baik.

Sifat alami distorsilah yang membuat kedua tipe teknologi preamp ini bersuara beda. Uniknya, ada yang suka dengan distorsi tabung pada tingkatan tertentu bahkan di vocal dan situasi rekaman yang kritis lainnya. Dan banyak preamp solid tate menggabungkan sirkuit yang berusaha untuk menghasilkan ulang distorsi bergaya tabung.

0 Response to "Perbandingan Antara Amplifier Tabung Dengan Transistor"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel