Mengenal Pre Amplifier Digital

Seiring perkembangan jaman yang semakin canggih semua peralatan dibuat digital, bahkan pre amplifier pun juga dibuat menjadi digital. Pre amplifier seperti ini mengambil sinyal digital dari perangkat sumber seperti pemutar CD, lalu menyesuaikan atau menyetel volume dan menampilkan pemorsesan sinyal lainnya di domain digital, lalu mengubah sinyal digital ke analog untuk output ke power amplifier.



Mari sejenak kita throw back kembali tentang pengertian pre amplifier. Sebuah pre amplifier adalah
amplifier elektronik yang mengubah ebuah sinyal listrik lemah menjadi sebuah sinyal keluaran yang cukup kuat untuk pemrosesan lebih lanjut. Tanpa adanya pre amplifier, sinyal akhir akan terdistorsi dan noise. Pre amplifier maka diperlukan untuk memperkuat sinyal dari sensor analog. Karena alasan inilah, preamplifier seringkali diletakkan dekat dengan sensor untuk mengurangi efek noise dan interferensi.

Istilah pre amplifier sendiri disini menjadi agak ambigu karena perangkat ini menurut sebagian orang tidaklah memperkuat sinyal. Perangkat ini bisa saja disebut dengan konverter digital to analog (DAC) yang memiliki sumber pensakelaran(switching source) yang sudah built in, juga kontrol volume dan kadang setelan balance dan tone. Produk inilah yang lalu disebut sebagai pre amplifier digital. Bentuk dan desain perangkatnya terlihat dan terkesan seperti pre amplifier analog biasa.

Karena perangkat ini bekerja di dalam domain digital, pre amplifier digital bisa menampilkan beberapa jenis pemrosesan sinyal yang tidak pernah kita temukan pada domain analog. Contohnya, ada yang dilengkapi ekualiser, kompresor atau expander dynamic range, kontrol kelebaran soundstage dan fungsi lain yang tidak kita temukan di pre amplifier pre amplifier analog. Proses proses ini digunakan untuk mengkoneksi rekaman rekaman yang memiliki kekurangan di kesonikannya.

Pre amplifier digital dilengkapi beberapa input analog yang mem-bypass semua sirkuit digital dan membypass beberapa fungsi sebagaimana layaknya sebuah pre amplifier biasa. Beberapa diantaranya mendigitalisasikan sinyal sinyal input analog, lalu mengubahnya kembali ke bentuk analog untuk output ke power amplifier. Pengkonversian A/D dan D/A ini bisa saja malah menurunkan kualitas suara.

Jika anda kemudian merasa bahwa pre amplifier yang cocok untuk anda gunakan adalah yang digital, maka perlulah melihat aneka fitur yang ada seperti input variable level pada input analog. Input ini umumnya dioperasikan melalui sebuah tombol di panel depan yang biasanya dilengkapi dengan sebuah meter atau LED yang menampilkan level input, yang mengontrol level yang diumpankan konverter A/D pre amplifier. Kemampuan untuk mengontrol level yang diberikan ke konverter A/D ini sangatlah penting, Jika levelnya terlalu rendah, kita akan distorsi. Jika terlalu tinggi, sinyal akan mendistorsi dan terjadilah peak yang keras.

Demikian pembahasan tentang pre amplifier digital. Untuk anda yang ingin memainkan pola suara dari sebuah rekaman, boleh saja memakai preamplifier jenis ini. Rekaman rekaman lama yang kering misalnya, bisa dibuat lebih tebal dengan pre amplifier digital.

0 Response to "Mengenal Pre Amplifier Digital"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel