Inilah Bagaimana Sebuah Pre Amplifier Bekerja

Bila digambarkan singkat, sebuah power amplifier umumnya berfungsi mengambil sinyal line level dan memperkuatnya untuk diasupkan ke speaker. Maka power amplifier ini perlu untuk menghasilkan sebuah daya atau power yang besar yang diperlukan untuk mendrive speaker. Sedangkan sebuah pre amplifier mengambil sinyal yang lemah dari sebuah mikrofon misalnya, dan menguatkannya ke tingkat line level. Sekedar sebagai contoh perbandinngan, dibawah ini ada perbedaan perbandingan level sinyal. Disini sensitivitas mikrofon sangat bervariasi dan level output tergantung kepada loudness suara yang tengah direkam:
Mikrofon : - 60 dBV
Consumer line level : - 10 dBV
Pro line level : + 4 dVB
Speaker : + 24 dVB


Secara umum, power amplifier cenderung memiliki karakteristik input yang sama untuk membuatnya kompatibel, sedangkan pre amplifier cenderung memiliki sebuah level output dan impedansi yang kompatibel dengan input power amplifier.
Ada beberapa bagian atau stage dalar sebuah pre amplifier. Tiap bagiannya menampilkan fungsi berbeda.
  1. Bagian (stage) input pre amplifier. Ini merupakan elemen sirkuit pertama dari jalur sinyal. Stage ini berperan sebagai sebuah buffer diantara sirkuit intenal pre amplifier dengan komponen komponen yang mendrive-nya. Inilah yang menjadi alasan mengapa stage input menampilkan sebuah impedansi input yang tinggi ke komponen sumber yang mendrive pre amplifier, dan sebuah impedansi output rendah untuk stage pre amplifierlifier berikutnya. Impedansi sendiri secara umum adalah bentuk perlawanan terhadap arus listrik. Kian tinggi impedansi input pre amplifier, akan kian sedikitlah arus yang harus dihantarkan komponen sumber. Dalam sistem audio, beberapa pemutar CD dengan output arus yang terbatas bisa saja mendistorsi atau katakanlah menampilkan bass yang lembek ketika diminta untuk mendrive sebuah pre amplifier dengan impedansi input rendah. Pemutar CD yang sama akan bersuara lebih baik ketika mendrive sebuah pre amplifier dengan tingkat impedansi input yang tinggi. Stage input pre amplifier berimpedansi tinggi didesain untuk mempermudah kerja aneka komponen sumber dalam mendrive pre amplifier.
  2. Stage gain. Dinamakan 'stage gain' karena bagian ini menyediakan gain dan menguatkan sinyal input. Disinilah tempat pre amplifier dalam melakukan tugas menaikkan level sinyal.
  3. Stage output atau output buffer Ini merupakan stage terakhir, yang merupakan blok sirkuit yang berperan sebagai sebuah buffer diantara stage gain dan power amplifier yang dikoneksikan ke pre amplifier. Stage output memiliki sebuah impedansi input yang tinggi, impedansi output yang rendah dan didesain untuk mendrive interkonek dan sebuah input power amplifier.
Jadi ada tiga bagian dalam sebuah pre amplifier, yakni Input Stage, Gain Stage dan Output Buffer. Setiap stage ini bisa saja dibuat atau terdiri dari sejumlah transistor, tabung, IC atau integrated circuit (operational amplifier, atau op amp) atau kombinasi dari aneka perangkat diatas.
Sebuah pre amplifier juga memiliki sebuah sakelar untuk memilih sumber mana yang dihubungkan ke power amplifier untuk mendengar musik. Pre amplifier ini didalamnya bisa saja terdiri dari serangkaian relay-relay yang dikontrol oleh sirkuit elektronik atau sebuah sakelar gerak memutar(rotary mekanis).

Umumnya pre amplifier memiliki stage output miniatur terpisah untuk mendrive jek output tape. Stage output ini hamper selalu punya kualitas yang lebih rendah dibandingkan stage output utama, dan peran kesonikan suaranya pun kurang begitu penting.
Jika anda ingin mendrive dua power amplifier dari pre amplifier (seperti halnya dalam sebuah sistem bi amplified), yakinlah jek output pre amplifier tersebut sudah terbufer dengan independen. Ini artinya setiap output didrive oleh stage outputnya sendiri ketimbang stage output tunggal untuk kedua output itu.

Ada sebuah fitur yang hilang dari banyak pre amplifier high end, yakni jek headphone. Koneksi inilah yang membuat kita bisa mencolok headphone langsung ke dalam pre amplifier dan mendengar musik tanpa perlu menyalakan power amplifier. Tentu saja cara terbaik untuk mendengarkan headphone adalah dengan memakai sebuah amplifier headphone terpisah yang menerima output utama dari pre amplifier kita.

Catu daya pre amplifier menyampaikan sebuah arus DC untuk menggerakkan sirkuit pre amplifier. Untuk mencengah DC ini agar tidak muncul pada output pre amplifier disepanjang sinyal audio, ada kapasitor blocking pre amplifier yang seringkali diletakkan diantara stage-stage atau pada output pre amplifier. Beberapa pre amplifier menghindari kapasitor kapasitor ini di jalur sinyal dengan menggunakan sebuah sirkuit DC servo yang juga mencegah CD muncul pada jek output Inilah yang menyebabkan mengapa ada pre amplifier yang tidak memakai kapasitor di sinyal audionya. Pre amplifier seperti ini dikatakan berjenis direct coupled.
Melihat hal hal tersebut diatas, maka sebuah pre amplifier dalam kerjanya akan menengahkan beberapa fungsi, yakni
  • Fungsi impedance matching 
  • Fungsi pemilihan sumber dengarn penguatan ke line level, walaupun banyak perangkat sumber telah melakukan hal ini di awal kerjanya 
  • Fungsi control volume yang baik.
Dengan melihat kerjanya pre amplifier ini, maka juga kita akan ketahui bahwa penguatan di audio itu terjadi dalam dua tahap atau tiga tahap. Disini semua sumber line level yang memproduksi sebuah output nominal 2.83 volt, perlu dua stage, yakni sebuah pre amplifier (line level) diikuti power amplifier.

0 Response to "Inilah Bagaimana Sebuah Pre Amplifier Bekerja"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel