Audio Resolusi Tinggi

Sebuah file lagu berformat MP3, setinggi tingginya memiliki bitrate sebesar 320 kbps, dimana sebuah file 24 bit/192 khz ditransfer pada sebuah rate sebesar 9216 kbps, dan CD musik ditransfer pada 1411 kbps. File lagu dengan resolusi 24 bit/96k atau 24 bit/192 kHz akan lebih dapat mereplikasi kualitas suara asli dari alat musik yang dimainkan sang musisi dan apa yang sang engineer rekaman dengar di
dapur studionya. Bahasa kerennya adalah, akan lebih banyak informasi atau data yang ada di dalamnya, alias data yang hilang (dari data asli yang real) akan lebih kecil. Dengan informasi yang lebih inilah kita akan dapat mendengarkan audio resolusi tinggi yang cenderung lebih mampu menampilkan kesan detil, tekstur yang lebil banyak dari sebauah rekaman. Idealnya, siapa yang mendengar akan lebih dapat merasa ada di depan panggung, mendengar apa saja suara di sana.

Dikatakan idealnya, karena agar file resolusi tinggi itu bisa terdengar apa adanya tanpa penurunan atau pengubahan (warna suara dan lain lain) perlu sebuah sistem yang juga kondusif, saling matching dan berkelas Settingannya pun harus maksimal. Jika tidak lagu tidak terasa maksimal. Bukan hanya itu, yang lebih penting adalah bagaimana telinga kita bisa awas, alias dapat dengan pintarnya memperhatikan bagaimana suara yang didengar memiliki resolusi tinggi. Juga bisa membedakan dengan file lagu dari CD apalagi dari sebuah file kompresi.

Foto David Chsky
David Chesky, pemilik Chesky Records yang banyak menghasilkan album album CD audiophile, suatu kali ditanyakan, aspek apa dari kualitas suara yang dia rasakan ketika mendengarkan sebuah lagu berformat resolusi 94 bit/96 kHz atau 24/192 yang didapat dari download di internet? David mengandaikan sebuah file resolusi rendah, seperti MP3 dengan file resolusi 24 bit tersebut seperti kita menonton sebuah film yang sama(dari Blu-ray) tetapi satunya di sebuah TV hitam putih 14 inci dan satunya di TV plasma. Mendengar dari MP3 seperti menonton TV hitam putih, tetapi dengan file 24 bit, kita seperti menonton film yang sama dari Blu-ray pada sebuah TV plasma 1080p. Filmnya sama, tetapi resolusi yang anda dapatkan akan jauh lebih tinggi. Apa artinya ini buat para pecinta musik?

Menurut David, mereka akan mendapatkan nada yang lebih baik, kesan ruang yang lebih baik dan soundstaging yang lebih baik. Tetapi, jika pikiran kita tengah kosong dan tidak bersemangat, maka lebih baik jangan mendengarkan lagu resolusi ini karena akan sia sia. Tetapi bila memang kita punya semangat atau passion akan musik dan ingin bersungguh sungguh mendengarkannya, maka lagu berformat audio seperti ini akan sangat pas, dimana kita akan dapat mendengarkan semua warna musik yang ada di rekaman.

Walau memiliki resolusi tinggi, tetapi kenyataannya masih sulit meyakinkan orang bahwa sebaiknya mereka mendengarkan lagu dengan resolusi tinggi atau versi lossless ketimbang yang MPs. Menurut David, sebenarnya tidak sulit kalau saja masyarakat mendengarkan perbedannya dan apa yang hilang ketika mereka mendengarkan lagu dengan format audio rendah. Setelah itu barulah kita perlu menjelaskan sedikit bagaimana dengan file format resolusi tinggi, sang musisi atau penyaji dalam rekaman lebih dapat menyampaikan komunikasinya dalam lagu diberi kesempatan dengan lebih baik.

Tidak ada cara terbaik menurut David untuk mendengarkan musik di planet ini atau planet lainnya ketimbang file resolusi tinggi audio yang dimainkan melalui RAM pada sebuah komputer.

Hi Resolution Audio

Berbeda dengan video high definition, yang harus memenuhi kriteria tertentu untuk mendapatkan nama, tidak ada standar universal untuk audio resolusi tinggi. Audio resolusi tinggi cenderung diliihat dari sampling frekuensi yang lebih tinggi dibandingkan CD, dan tingkat bit atau bit depth yang lebih tinggi dibandingkan CD, dimana file audio resolusi tinggi yang sebesar 16 bit-144.1 kHz biasanya menggunakan sebuah frekuensi sampling atau 96 kHz atau 192 kHz pada 24 bit, tetapi kita juga dapat memiliki file 88.2 kHz dan 176.4 kHz.

Frekuensi sampling adalah jumlah dari waktu samping yang diambil per detilk ketika gelombang suara analog dikonversi ke bentuk digital. Kian tinggi jumlah bit, akan kian akuratlah sinyal yang bisa diukur di tempat pertama. Ada beberapa format file audio resolusi tinggi yang bisa dipilih dari beberapa sampling rate dan bit depth. Misalnya, ada format FLAC (Free Lossless Audio Codec) dan ALAC (Apple Lossless Audio Codec). Kedua format ini memang format kompressi tetapi tidak ada informasi atau data yang hilang.Format lainnya adalah WAV, AIFF and DSD, yang digunakan untuk Super Audio CDs. Dari format format ini, format FLAC memang terbilang yang paling populer.

0 Response to "Audio Resolusi Tinggi"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel