Tips dan Trik : Apa Saja Yang Harus Dibawa Saat Akan Membeli Tape Deck Second, Terutama Tape Deck Jadul



Bagi kalian yang masih menyimpan koleksi kaset-kaset jadul atau sedang mulai mengoleksi kaset, tentunya kalian membutuhkan perangkat pemutarnya bukan? Nah, dibawah ini saya ingin memberikan beberapa tips yang mungkin berguna bagi kalian yang ingin membeli tape deck second.
Jaman sekarang tape deck sudah sangat susah dicari karena sudah tergeser oleh perkembangan pemutar audio canggih. Oleh karena jumlahnya yang sudah tergolong langka maka semakin besar kemungkinan bahwa kondisinya banyak abnormal, untuk mengantisipasinya silahkan simak beberapa tips-tips berikut:

1. Membawa Kabel Power

Kenapa harus membawa kabel power? Karena berdasarkan pengalaman saya, seller selalu menutup nutupi kekurangan suatu barang. Pernah saya dua kali berniat membeli sebuah tape deck yang diiklankan di OLX, seller menuliskan bahwa kondisinya normal. Sesampainya disana, seller mengatakan bahwa dia tidak mempunyai kabel power.  Dia bilang dipinjem sama tetangga lah, dipakai anaknya untuk komputer lah, dll. Ada yang aneh? Tentu saja ada. Bagaimana dia tau kalau barangnya norma jika kabel powrrnya saja tidak ada. Kita harus punya rasa curiga yang besar jika membeli perangkat jadul.
gambar 

2. Membawa amplifier dan speaker sendiri

Terdengar konyol pastinya, tapi percayalah barang jadul pasti aja minusnya. Kita bawa amplifier atau speaker aktif portable yg bentuknya sekecil mungkin agar mudah untuk dibawa, yang terpenting adalah amplifier tersebut benar-benar stereo.
Beberapa bulan lalu saya pernah membeli tape deck Sony TC 188SD yang katanya normal. Saat cek di lokasi saya minta untuk cek suara namun anehnya seller menggunakan amplifier hanya dengan 1 speaker saja. Saya tak curiga, mungkin karena malas untuk mengambil atau menatanya lagi karena memang saya tau kalau rumahnya agak berantakan dan banyak benda berserakan. Setelah harga deal dan membawa pulang tape deck tersebut, FAK YU... Ternyata Pre-Amp mati sebelah. Chanel yang hidup hanya bagian kiri saja, chanel kanan tidak ada tanda-tanda kehidupan.
Oke ini sy jadikan pengalaman saya saja, agar kedepan semakin jeli dalam mengecek. Untuk itu saya sarankan kepada teman-teman yang ingin membeli tape deck jadul, bawalah amplifier sendiri yang benar-benar stereo untuk mengecek kualitas tape deck tersebut apakah chanel nya mati sebelah ataupun suaranya kecil sebelah, jadi pastikan bahwa chanel kiri dan kanan itu imbang.
gambar
Sebagai contoh saya membawa Simbadda CST6200SN. Bentuknya yang kecil dan simple mudah dibawa kemana-mana, cukup dimasukkan ke dalam tas. Dan tentunya speaker aktif portable ini stereo menggunakan sistim output 2.1 dengan satu buah subwoofer serta dua buah speaker vokal untuk output suara midle dari chanel kiri dan kanan

3. Bawa kaset sendiri

Mungkin teman-teman juga pasti tau lah ya, mau beli tape ya harus bawa kaset. Ataupun ada juga yang berfikir kalau "Ah dia kan jual tape, pasti dia juga punya kaset. Saya tidak perlu repot-repot membawa kaset". Tunggu, jangan pernah sekalipun berfikir demikin, seperti yang sudah saya tuliskan diatas bahwa seller selalu menutup-nutupi kekurangan barang.
Pernah waktu itu saya membeli sebuah tape deck SONY juga, dan kesalahan terfatal saya adalah tidak membawa kaset sendiri karena seller sudah menyiapkan kaset. Saat pengecekan, barang terlihat berfungsi normal seperti pada tape deck pada umumnya. Keanehan muncul disaat tiba-tiba kaset berhenti berputar, nah saat dibuka deck-nya ternyata pita tergulung di roller hingga pita kusut. Seller mengatakan bahwa "Ini cuma kasetnya aja mas yang rusak, maklum lah ini kan barang jadul". Saya pun meng-iya kan dan membawanya pulang setelah persetujuan harga sudah deal. Sesampainya dirumah saya cek menggunakan beberapa kaset memang karena tape deck tersebut abnormal hingga mengorbankan beberapa kaset kesayangan saya. Setelah dianalisa ternya problemnya terletak pada Take-Up Spindle yang sudah lemah, tak mampu saling berkaitan dengan kuat. Ketika spindle tak mampu menggulung reel kaset karena berat, sedangkan disisi lain roller karet yang terletak disamping head masih saja menggulung maka pita akan menumpuk di roller hingga terjadilah pita kusut.
Ini hanya sebagian problem yang mungkin saja masih banyak masalah lain yang mungkin lebih parah dibandingkan dengan ini, jadi saya sarankan sebaiknya kalian bawa kaset sendiri. Bawalah minimal tiga buah kaset yaitu satu buah kaset yang kondisinya bagus, satu kaset yang tidak sayang apabila kaset tersebut menjadi korban, dan terahir satu kaset kosong apabila kalian ingin mengecek apakah fungsi record pada tape deck tersebut masih berfungsi atau tidak.
Saat mengecek performa tape deck saat di play, perhatikan terua putaran kaset apakah putaranya lancar atau mengayun.  Jika pada saat di play reel kaset bagian kiri masih berputar namun reel bagian kanan berhenti akan tetapi suara masih berbunyi, maka segeralah pencet tombol stop. Bisa  dipastikan bahwa kaset akan tergulung di roller.

Terimakasih untuk kawan-kawan yang sudah membaca catatan kecil saya. Catatan ini akan terus saya update jika dikemudian hari saya menemukan problem-promlem yang baru

3 Responses to "Tips dan Trik : Apa Saja Yang Harus Dibawa Saat Akan Membeli Tape Deck Second, Terutama Tape Deck Jadul"

  1. nah ini yang saya cari cari ,, beli dimana ya broo

    ReplyDelete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel